Banyak pemilik toko offline masih berpikir bahwa digital marketing hanya penting untuk toko online. Padahal, strategi digital juga sangat efektif untuk menarik pelanggan ke toko fisik, membangun brand awareness lokal, dan bahkan meningkatkan penjualan langsung di tempat. Lewat digital marketing yang tepat, toko kamu bisa lebih dikenal masyarakat sekitar, membangun kepercayaan, dan menciptakan pengalaman omnichannel yang membuat pelanggan loyal.
Dalam artikel ini, saya akan bahas strategi digital marketing yang bisa kamu terapkan untuk mendorong traffic ke toko offline dan meningkatkan penjualan. Saya juga akan memberikan informasi singkat dari dari pengalaman saya membantu beberapa brand untuk meningkatkan trafik toko offline mereka.
Manfaatkan Google My Business (GMB) untuk Visibilitas Lokal
Google My Business adalah “etalase digital” untuk toko offline. Saat orang mencari produk atau toko terdekat, GMB akan muncul di hasil pencarian dan Google Maps. Jadi tujuan menggunakan GMB supaya toko kamu muncul saat orang cari produk seperti “sepatu kulit dekat sini” atau “salon terbaik di [nama kota]”.
Saya sangat sarankan mulai sekarang unuk optimasi GMB dengan serius mulai upload foto2 yang penting secara berkala, karena biasanya setelah review orang orang atau calon pembeli ingin juga melihat dari kondisi tokonya seperti lokasi tepatnya dimana, apakah ada tempat parkirnya, ingin melihat interior tokonya seperti apa, dll. Sebenernya mereka ingin informasi sebanyak mungkin untuk mereka ketahui jadi alangkah baiknya kita untuk memberikan informasi tersebut. Nantinya kita bisa melihat data-data mengenai informasi lokasi kita yang bisa menjadi insight kedepannya. Contoh dibawah ini adalah informasi device dari orang yang melihat lokasi kita.

Jadi mulai sekarang perlahan segera update informasi di GMB.
Next di artikel lain saya akan bahas apa saja yang ada di dalam GMB dan bagaimana cara mengoptimalkannya.
Gunakan Iklan Lokal Berbayar (Geo-targeted Ads)
Platform seperti Meta Ads (Facebook & Instagram) dan Google Ads memungkinkan kamu menargetkan orang yang berada di radius tertentu dari toko. Saya menggunakan dua platform ini untuk membantu client saya, kenapa? Karena platform ads seperti Meta dan Google bisa menargetkan interest tertentu yang relevan dengan jenis bisnis yang dijalankan dengan kita mudah untuk menyesuaikannya.
Kamu bisa menjangkau orang sekitar yang mungkin belum tahu toko kamu padahal dekat banget sesuai dengan interest dan behavior yang relevan. Contoh target toko kamu adalah orang yang ingin membeli baju dan relevan dengan fashion, maka kita bisa gunakan pilihan yang relevan terkait fashion. Nantinya dari iklan bisa diarahkan ke instagram toko, landing page atau whatsapp customer service yang bisa menjawab kebutuhan calon pembeli. FYI saya sering menargetkan untuk orang akhirnya bisa melakukan Whatsapp ke customer services.
Bangun Audiens di Media Sosial
Media sosial bukan cuma buat jualan online, tapi juga efektif untuk membangun awareness toko offline dan menciptakan koneksi personal dengan pelanggan. Tujuannya dari media sosial adalah identitas dari toko offline kamu supaya mudah ditemukan, nantinya di media sosial juga bisa kita informasikan di bio terkait lokasi toko, Whatsapp customer service hingga alamat toko online yang dimiliki. Media sosial menjadi benchmarking para calon pembeli karena biasanya mereka jika mengetahui sesuatu akan mencari informasi yang lebih terkait penjual atau brand nya seperti mencari media sosial dan website.
Koneksi Online ke Offline (O2O) Lewat Promo Khusus
Strategi O2O (Online to Offline) adalah cara mengarahkan orang yang lihat iklan online untuk datang langsung ke toko. Tujuan utamanya adalah memberikan alasan kuat agar audiens datang langsung ke toko, yang nanti promo promo seperti itu bisa di posting pada media sosial atau ads.
- Buat voucher digital yang hanya bisa ditukar di toko fisik.
- Adakan campaign seperti “Screenshot iklan ini, tunjukkan di kasir, dapat diskon 20%”.
- Gunakan kode referral atau QR Code di Instagram Story, yang hanya berlaku untuk pembelian langsung.
Intinya buat gimmick semenarik mungkian agar calon audience bisa engage dengan promo kamu.
Kolaborasi dengan Influencer Lokal
Kenapa KOL disarankan karena sekarang orang lebih tertarik datang ke toko jika mereka lihat orang lain (yang relatable) sudah pernah ke sana, jadi jika memang ada cost marketing untuk beriklan di media sosial opsi KOL ini juga sangat disarankan! Cobalah mulai dari KOL nano lokal di daerah masing-masing yang harga sekali postingnya tidak mencapai jutaan.
Kumpulkan dan Kelola Database Pelanggan
Jangan biarkan pelanggan offline kamu “hilang” begitu saja. Kumpulkan data mereka (nomor WA, email) untuk kampanye remarketing. Nantinya tools seperti WhatsApp Business API, Mailchimp, Meta Ads atau CRM sederhana bisa sangat membantu di sini untuk menarget ulang orang-orang yang pernah interest atau melakukan pembelian di toko kita.
Buat Event Offline dan Promosikan Secara Digital
Event yang dipromosikan dengan baik bisa menjadi viral lokal dan menaikkan brand awareness.
Event seperti launching produk, diskon akhir pekan, atau mini gathering bisa menjadi magnet trafik — asal promosinya efektif.
Bangun Website Sederhana (Opsional, tapi Powerful)
Meski kamu toko offline, punya website tetap penting agar:
- Orang bisa cari tahu lebih dalam soal produk/jasa.
- Menjadi “pintu masuk digital” ke toko offline.
- Bisa kumpulkan traffic dari SEO.
Ingat website dengan media sosial seperti yang saya jelaskan digunakan calon pembeli untuk mencari informasi dari brand dan toko kamu jadi cobalah buat untuk memberikan informasi. Jika budgetnya belum ada tidak perlu membeli bisa gunakan yang gratis seperti Google site.
Kesimpulan
Toko offline juga bisa memanfaatkan kekuatan digital marketing untuk meningkatkan trafik dan penjualan secara signifikan. Mulai dari optimasi Google My Business, iklan lokal, media sosial, hingga retargeting pelanggan lewat WhatsApp, semua saling mendukung untuk menciptakan pengalaman omnichannel yang efektif. Nantinya bisa dibuatkan report bulanan sebenernya visitor dan pembeli toko kita datang dari mana, seperti contoh client saya ini yang saya rekap datanya yang mayoritas berdatangan melalui online channel yang mereka miliki.

Yang penting adalah konsistensi dan keberanian untuk beradaptasi. Dunia digital bisa jadi sahabat terbaik bagi toko fisik jika kamu tahu cara memanfaatkannya. Jika ingin belajar bisa hubungi saya terkait mengoptimalkan strategi digital marketing untuk toko offline.
Berikut ini adalah contoh beberapa toko yang pernah saya handle untuk dibantu strateginya. Disini ada salah satu toko baju anak di Solo yang dimana menjalankan iklan untuk menarik visitor ke toko hingga mencari reseller, sejauh ini trafik toko datang melalui Whatsapp menjadi sangat tinggi dengan cost untuk mendatangkan 1x chat sangat murah.
Client saya yang lain adalah toko penjual laptop bekas di kota Bandung, disini saya juga menyarankan mereka untuk menjalankan iklan dan website, lalu saya membantu juga analisa data dari pengunjung mereka (data bisa dilihat pada pie chart di atas). Sejauh ini strategi digital marketing sangat membantu mereka.
Jika tertarik belajar untuk para brand owner atau ingin memberikan training kepada karyawannya bisa hubungi saya langsung via Whatsapp.

